Perkembangan harga dinar per 10 menit


Gold Dinar to

Selasa, 26 Agustus 2008

Catatan Akhir Tahun : Unjuk Kekuatan Dinar Sepanjang 2007

Tepat setahun yang lalu saya selesai menulis buku pertama saya tentang Dinar yang berjudul “Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham” yang diterbitkan oleh Spiritual Learning Center. Alhamdulillah dengan buku tersebut saya berkesempatan ‘mendakwahkan’ Dinar ke perbagai kalangan. Dari masjid ke masjid, dari kampus ke kampus, dari pengajian ke pengajian sampai ke acara televisi.

Audien saya pun bervariasi, dari peadagang pasar di Jakarta City Center, jemaah pengajian dhuha di Masjid Raya Pondok Indah, kelompok mahasiswa pilihan di Bandung, forum pimpinan perguruan tinggi ternama di jawa tengah, pesantren modern Gontor sampai ke pengajian beberapa anggota DPR kita.

Dari sekian banyak kalangan tersebut, sebagian besar sangat antusias untuk mengetahui seluk beluk Dinar ini. Bahkan dari awal, sebagian mereka langsung menggunakan Dinar untuk berbagai keperluannya seperti tabungan anak sekolah, tabungan haji dlsb.

Beruntunglah mereka yang dari awal hijrah dari mata uang yang tidak bernilai intrinsik (uang kertas Rupiah, Dollar dlsb) ke mata uang yang bernilai intrinsik dan perkasa sepanjang zaman yaitu Dinar dan Dirham.

Beberapa orang yang mulai tertarik menggunakan Dinar setahun yang lalu, mereka masih sempat membeli Dinarnya di harga Rp 830,000 (Jan’07) atau bahkan ada yang membeli pada harga Rp 760,000 (Nov’ 06).

Photobucket

Setahun setelah pengenalan kembali Dinar ini kita lakukan, sungguh terasa betapa benarnya agama Islam ini yang menganjurkan pemeluknya antara lain untuk menegakkan timbangan – dan menurut Imam Ghazali (Kitab Ihya, bab Syukur dan Sabar) timbangan yang adil untuk muamalah ya Dinar(Emas) dan Dirham (Perak) ini.

Betapa tidak, dengan timbangan yang sama – 1 Dinar tahun lalu orang masih bisa membeli dengan harga Rp 830,000; sekarang orang harus membelinya dengan harga Rp 1.090,100*. atau mengalami kenaikan sebesar 31 % dalam 12 bulan...! Bukan Dinarnya yang tambah mahal – karena di Zaman Rasulullah uang satu Dinar setara harga 1 ekor kambing dan sekarangpun juga demikian – uang Rupiah (uang kertas atau uang fiat) nya lah yang hancur nilainya.

Photobucket

Secara umum tahun 2007 adalah tahun terburuk bagi mata uang kertas dunia. Dollar Amerika yang dianggap perkasa-pun tahun ini terpuruk sangat dalam terhadap Dinar. Setahun yang lalu harga 1 Dinar setara dengan US$ 88.00. Pada saat tulisan ini saya buat 1 Dinar setara dengan US$ 115.72*. Dinar tahun ini mengalami penguatan 32 % terhadap Dollar Amerika...!

Photobucket

Dollar yang berasal dari negara yang menganngap dirinya adikuasa ternyata tahun ini kinerjanya sama saja dengan uang Rupiah kita – sama-sama hancurnya !.

Sejak krisis moneter terjadi di Indonesia tahun 1997/1998, orang-orang berduit Indonesia lebih suka menyimpan uangnya dalam mata uang Dollar Amerika atau mata uang asing lainnya yang dianggap kuat. Namun setelah apa yang terjadi tahun ini terhadap Dollar Amerika, akan tetap percayakah kita pada mata uang kertas tersebut – dari manapun asalnya ?...Wallahu a’lam .

*Angka dan grafik saya update 01/01/2008 karena ada perubahan harga sedikit di perdagangan emas dunia hari terakhir 31/12/2007.

Tidak ada komentar: