Perkembangan harga dinar per 10 menit


Gold Dinar to

Jumat, 12 September 2008

Perencanaan Finansial Berbasis Dinar

Ketika saya selesai menulis buku ’Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham’ dan mulai mensosialisasikannya pada berbagai kalangan, antusiasme dan respon positive Alhamdulillah kami peroleh dalam bentuk berbagai masukan. Masukan yang paling banyak adalah berupa pertanyaan seputar bagaimana menggunakan Dinar dalam kehidupan sehari-hari.

Atas masukan-masukan tersebut, segera saya putuskan untuk menulis buku berikutnya yang fokus pada penggunaan Dinar dalam Perencanaan Finansial bagi pribadi maupun keluarga muslim modern. Saya kaitkan dengan Perencanaan Finansial karena manfaat Dinar akan sangat significant apabila Dinar dilihat atau digunakan dalam perpektif rentang waktu yang panjang – meskipun dalam jangka pendekpun tentu Dinar lebih unggul dari mata uang kertas. Alhamdulillah buku ini telah selesai saya tulis dan saat ini dalam proses penerbitan oleh Gema Insani Press.

Kita bisa bayangkan apabila saat ini Kita berusia 40-an tahun dan sedang berada di puncak karir, belasan tahun yang akan datang Kita akan ’pensiun’ dari pekerjaan Kita yang sekarang. Berapa biaya hidup Kita saat itu ?, berapa biaya kesehatan Kita ? bagaimana Kita membiayai hidup Kita dan keluarga saat itu ? dan berbagai pertanyaan lain yang kemungkinan Kita tidak siap menjawabnya sekarang.

Disinilah masalahnya, karena mayoritas kita kaum pekerja, kaum eksekutif dan professional tidak siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut diatas pada saat kita masih berjaya di puncak karir, pada saatnya nanti kita ’pensiun’, sangat sedikit dari kita yang bisa mempertahankan kwalitas hidup kita. Selain kurangnya perencanaan, hal ini juga diperburuk dengan realita mayoritas asset kita saat itu berupa uang fiat (dalam bentuk pencairan dana pensiun, jaminan hari tua, pesangon dlsb.) yang nilainya terus mengalami penurunan.

Penurunan kwalitas kehidupan di akhir usia ini tidak sejalan dengan ajaran Islam, karena Islam mengajarkan kita untuk mencapai akhir usia yang paling baik, akhir amal yang paling baik dan hari terbaik ketika bertemu Allah SWT sebagaimana do’a yang dicontohkan berikut : “Allhummaj’al khaira ‘umry aakhirahu wa khaira ‘amaly khawaatimahu wa khaira ayyaami yauma alqooka fiih” yang artinya , “Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari umurku adalah akhirnya, dan yang terbaik dari amal perbuatanku adalah penutupnya, dan yang terbaik dari hariku adalah hari ketika aku bertemu denganMu.”

Hal tersebutlah yang mendorong saya menulis panduan bagaimana merencanakan dan mengelola urusan finansial jangka panjang, lebih dari itu perencanaan tersebut juga saya buat dalam bentuk Dinar yaitu uang emas Islam yang sudah terbukti lebih dari 1400 tahun berhasil mempertahankan daya belinya.

Karena harta bagi seorang muslim hanyalah sebagai alat untuk menunjang tujuan hidupnya yang lebih utama yaitu mencari Ridla Allah semata, maka dalam mencari dan mengelola kekayaan finansial tersebut tidak boleh keluar dari aturan yang syar’i. Harta juga berguna bagi muslim bukan hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga berguna untuk kehidupannya yang abadi di akhirat kelak, apabila selama di dunia pemiliknya bisa memanfaatkan harta tersebut di jalanNya. Sebaliknya, apabila kita gagal mengelolanya di jalan Allah – harta bisa menjadi beban atau liability kita di akhirat – Naudzubillahi Min Dzalik.

Perspektif manfaat harta yang tidak terbatas pada kehidupan duniawi membuat perencanaan finansial bagi seorang muslim juga harus mencakup hal-hal yang terkait dengan hidup sesudah mati tersebut. Oleh karena alasan ini, maka bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan finansial bagi seorang muslim juga mencakup masalah-masalah yang terkait dengan sadaqah, zakat, wakaf, hibah, wasiat dan tidak kalah pentingnya adalah masalah warisan.

Di blog ini, insyaallah dari waktu ke waktu akan saya sebagian cuplikkan hal-hal yang terkait dengan Prencanaan Finansial Berbasis Dinar tersebut.


M Iqbal

Tidak ada komentar: